APLIKASI "PALUGADA" AI (Gemini, ChatGPT, Grok, Claude, Llama, Deepseek: REVOLUSI TEKNOLOGI ATAU CUMA CALO DIGITAL?


Oleh: Tim Hucer Indo (Pencari Kebenaran di Tengah Iklan Bersponsor)

​Halo Sobat Hucer! ☕

Hucerindo.my.id - Lagi asyik-asyik scrolling berita di Google News soal Profesor UB yang mengolah limbah sawit (biar keliatan pinter dikit), eh mata gua ternoda sama iklan aplikasi yang namanya sok filosofis: "DEEP THINK".

​Logonya biru futuristik, tagline-nya "AI SEEK".

Pas gua liat isinya, BUSYET! Ini bukan aplikasi canggih, ini mah Toko Kelontong AI! Atau lebih tepatnya, Swalayan AI Kaki Lima.

​Coba bayangin, di satu aplikasi ada semua musuh bebuyutan:

  • ​🤖 GPT-4o (Si Pintar dari OpenAI).
  • ​🌐 Gemini (Si Raksasa Google).
  • ​📝 Claude (Si Kalem tapi Puitis).
  • ​🦙 Llama (Si Open Source punya Meta).
  • ​🚀 Grok AI (Si Rebel punya Elon Musk).
  • ​🇨🇳 DeepSeek (Si Anak Baru dari China yang lagi Hype).

​Gua curiga, jangan-jangan nanti ada fitur tambahan: AI Cek Khodam.

​Kalau ini produk resmi BigTech yang bikin konsorsium, oke lah. Tapi kalau ini dari "PT Mencari Cinta Sejati" alias developer antah berantah? Wah, bahaya, Bos.

​Berikut analisis Hucer kenapa lu harus hati-hati:

1. INI APLIKASI ATAU "CALO" DIGITAL?

​Di dunia koding, aplikasi beginian biasanya disebut "API WRAPPER".

Bahasa kampungnya: CALO.

​Jadi, si pengembang aplikasi ini sebenernya gak bikin otak AI sendiri. Dia cuma "nyambungin kabel" ke GPT, nyambungin kabel ke Gemini, terus dibungkus pake tampilan baru yang banyak iklannya.

Skema Bisnisnya:

Lu nanya ke GPT lewat dia ➡️ Dia bayar "grosir" ke OpenAI ➡️ Lu bayar ke Dia (lebih mahal/kena iklan).

​Kenapa gak langsung aja nanya ke ChatGPT atau Gemini yang aslinya gratis?

Ini ibarat lu mau beli Nasi Goreng di warung sebelah, tapi nitip lewat ojek online yang markup harganya 50%. Kenyang kagak, boncos iya.

2. REUNI KELUARGA YANG CANGGUNG

​Gua ngebayangin kalau AI-AI ini beneran punya perasaan dan dikumpulin di satu aplikasi.

  • Grok (Elon Musk) pasti lagi nge-bully GPT (Sam Altman) karena dianggap terlalu "Woke" dan lembek.
  • Gemini lagi sibuk fact-checking data di Google Search.
  • DeepSeek cuma diem di pojokan sambil ngitung kodingan dengan super cepat dan murah (maklum, mentalitas efisiensi China).

​Kalau lu tanya satu pertanyaan, siapa yang jawab?

"Menurut GPT bumi itu bulat, tapi menurut Grok bumi itu... terserah Elon Musk."

Pusing kan lu? Kecuali aplikasinya punya "kamar-kamar" terpisah. Tapi kalau tembok kamarnya tipis, bahaya juga.

3. DATA LU MASUK KE MANA, BOS? (The Real Danger)

​Ini poin paling ngeri-ngeri sedap.

  • ​Pake ChatGPT resmi ➡️ Data diurus OpenAI.
  • ​Pake Gemini resmi ➡️ Data diurus Google.
  • Pake Aplikasi Gado-Gado ini? ➡️ Data lu mampir dulu ke server si pembuat aplikasi (yang entah siapa), baru dikirim ke AI-nya.

​Ini namanya "Double Privacy Risk". Jangan sampe lu curhat masalah aib keluarga atau masukin data rahasia kantor di sini, tau-tau besoknya jadi bahan training AI di negara antah berantah.

ANDAI PEMERINTAH (KOMDIGI) YANG BIKIN...

​Jujur, gua malah ngebayangin kalau Pemerintah Indonesia (lewat Komdigi) yang berani bikin aplikasi agregator begini. Berhubung kita belum bisa bikin AI sendiri yang selevel mereka, ya kita jadi "Mall"-nya aja.

  • Satu Pintu: Semua AI ada di satu aplikasi plat merah.
  • Kontrol: Pemerintah bisa filter konten. Gak ada lagi AI yang terlalu vulgar atau "melawan arus".
  • Cuan: Data aman lari ke server negara sendiri. Ya... walaupun ada kabar burung kalau data kita kadang bocor atau dijual ke luar juga.

​Tapi gapapa lah, kalau data gua dijual buat Bayar Utang Negara, gua ikhlas dikit. Asal duitnya gak dikorupsi aja. 🤣

KESIMPULAN POS RONDA

​Aplikasi model begini emang keliatan "Wah" dan praktis. Tapi inget hukum alam teknologi:

"Kalau terlalu bagus untuk jadi kenyataan, biasanya ada udang di balik batu (atau iklan judi di balik layar)."


Saran Hucer:

  • ​Mau pake GPT? Download ChatGPT.
  • ​Mau pake Gemini? Buka Google.
  • ​Gak usah pake perantara Calo AI, kecuali lu emang hobi koleksi aplikasi di HP biar keliatan kayak Hacker.

​Sekian laporan pandangan mata dari sela-sela berita sawit.

Tetaplah skeptis, tetaplah kritis, dan jangan lupa hapus cache HP.

​Salam Hucer!